Senin, 05 Agustus 2013

Mari Sejenak Renungi.

Walau melewati jalan yang berbeda,
tetap saja kita akan sampai ditempat yang sama.
Dimana hati ini merasa sepi, takut dan bertanya-tanya

Apakah hidup ini suatu karunia atau ujian?

Setiap sungai pasti akan munuju muara,
Satu titik dimana akan dipisahkan oleh sekat dan berakhir pada bibir lautan. Sama seperti kita yang mungkin juga mencoba mencari tahu.

Apakah hidup ini sebuah persinggahan yang menyenangkan?
Akan kemana kita pada akhirnya nanti?
Setelah hidup berakhir, berapa banyak yang mengingat kita?
Apakah mereka yang kita sebut keluarga, teman, kerabat, relasi, pasangan,
Akan mampu tetap mengingat kita?

Yah, kita hanya singgah, hanya numpang lewat.
Tidak ada jaminan puluhan tahun yang kita miliki terasa lama.
Sekarang saja, satu kali dua puluh jam terasa singkat.

Apakah dikehidupan setelah ini, kita akan kembali mampu saling mengenali.
Orang-orang yang saat ini kita kenali sebagai keluarga, teman, kerabat, relasi dan pasangan kita?
Jika tidak, kehidupan seperti apa sebenarnya yang nanti itu?

Coba sejenak saja kita renungkan, agar lepas segala keegoan dan kesombongan
Atas terbit sedikit kesadaran, kita hanyalah bagian yang bermilyar kali kecil
dari besarnya dunia dan semesta serta jagat raya milik TUHAN.



Minggu, 04 Agustus 2013

Pengantar Tidur....

Masih dengan irama rindu yang sama...
pada rintik satu-satu gerimis yang mengantar pulang segenap rasa...
Masih kusetia menitipkan-nya kepadamu...
Dekatlah dalam doa, aku sungguh-sungguh menginginkanmu...
Aku rasa kamu bisa meraba riak-riaknya diangkasa...

Note : Terimakasih kepada yang setia membaca tulisan-tulisan saya, hari ini ada 100 orang lebih diluar sana yang membaca postingan saya, padahal wi fii sedang sekarat Thank you... Karena kalian saya tetap menulis dan karena saya tahu, saya bisa berkomunikasi lewat indra penglihatan kalian melalui apa yang saya tulis. 

Do you?


Aku tertawa mengingat segala percakapan kita, yang ternyata benar,
 aku menggerutuinya saat ini.
Sebagai sebuah kebodohan yang telak,
berputar-putar mencari kepuasan dari setiap pertanyaan yang jawabannya akan selalu menjadi rotasi yang berputar bagai komidi putar, tanpa jawaban pasti.

Ada kalimat yang bilang : "Semua perlu waktu untuk terwujud. Jatuh cinta, satu diantaranya."
Kamu bilang : "Kita hanya perlu berjuang, biar Tuhan yang menentukan."
( Lama-lama aku merasa ini menjadi kalimat-kalimat motivasi )

Kata-kata itu, huruf demi huruf itu menjadi ejaan yang terkadang salah diartikan,
 oleh masing-masing kita.
Intonasi dan cara kita mengejanya bisa menjadi hal yang berbeda
dari apa yang sebenarnya ingin kita utarakan..
Benar begitu?. Aku sih kadang merasanya seperti itu. Entahlah kalau kamu.

Kenapa kamu bisa menjadi sangat berbeda saat menyuarakan kata-kata kamu
lewat ucapan dan suara kamu?
Ah, aku terlampau merindukanmu, lebih-lebih malam ini.
Aku memilih berdamai, dengan diriku, dengan dirimu, dan terutama dengan waktu
Sebab aku tahu, setelah ini pun lagi-lagi cinta akan sanggup
melumpuhkan amarah kita berdua.
Inilah akibatnya, jika cinta sudah diatas namakan terhadap segala keadaan kita.
Yah, meski terlihat bodoh dan tidak berpendirian, aku akan tetap bilang,
cinta ini mengalahkanku, mengalahkanmu...
mengalahkan kita...

Note ; Andai kamu disini, akan aku hadiahkan satu pelukan dan kecupan. Tanda perdamaian.



Destroyed...

Kita adalah bagian-bagian rumit yang retak...
Sebut saja aku telah muak, melihat segalanya terlanjur rusak...
Kau mencoba bermain-main dengan alunan kesabaran...
Aku telah letih dalam sabar dan segala sikap melunak...

Aku tahu, pernah ada indah...
Dulu..Bisa dihitung dengan jemari waktu, kapan-kapan saja itu...
Mungkin aku tak lebih sahabat yang pernah kau cumbu...
Hanya itu, sebatas itu...
Bawa bingkisan janjimu untuk santapan binatang-binatang diluar sana...

Bukan seronok, bukan, sayang...
Haruskan segalanya kau manis-maniskan?
Haruskah tampak sebagai kesempurnaan dalam kerapuhan?
Tidak lelah? kamu? Tuan?

Note : Hehehehe, serem sendiri gw baca kalimat-kalimat diatas... peringatan: Ini bukan tentang penulis, kalau ada diluar sana yang merasa seperti tulisan ini, saya berterimakasih karena bisa menyalurkan apa yang kalian-kalian rasa. Pertanyaannya, Ada gitu yang merasa seperti apa yang gw tulis? hehehehe...


Sabtu, 03 Agustus 2013

You were always on my mind

Masih sama seperti bulan lalu. Bunga mawar yang kuncup telah bermekaran. Udara yang tidak terlalu sejuk, namun juga tidak lagi menyengat oleh sinar matahari.

Aku sengaja duduk nditepian danau yang jernih. Cukup mencengangkan, sebuah kota yang padat oleh hiruk pikuk arus globalisasi masih memiliki surga kecil di tengah-tengahnya.

Setidaknya tempat ini menjadi surga kecil buatku, dimana ada kicuan riuh burung tiap pagi dan menjelang sore seperti saat ini. Ada aroma alami mawar yang bermekaran, gemericik air saat kakiku menari liar dipermukaan sang danau.

Aku terdiam sesaat, alunan suara merdu dentingan piano memenuhi ruang dengarku sejak tadi. Sesekali aku memejamkan mata. Katanya bila kita mau melihat orang yang kita rindukan, cukup memejamkan mata. Ah, ya.. aku merindunya. Rindu tawa atau saat diam-diam bersamanya.

Dia mengatakan, ingin melepasku. Dia mengatakan aku bisa meninggalkannya kapan pun.
Entah mengapa dia harus berujar seperti itu. Bagiku, setiap perkataannya adalah sesuatu yang berharga, sehingga aku sering mencermati satu persatu isi kalimatnya dan mengingatnya dihati.
Sementara bagi dia, kalimat-kalimat yang terkadang dia ucapkan adalah hal kosong, hal main-main yang bisa saja mungkin lelucon konyol.

Tanganku menari lincah di sebuah buku tebal bersampul jingga.
Kecamuk pikiran yang ingin menyeringai memaksa tulisan terlontar bagai terbahak-bahak dan menertawakan diriku sendiri pada akhirnya.

....Sore agustus... ( awalku menulis di lembarnya)

Dia (laki-lakiku)...Aku membenci asap rokok sampai ketika dia yang menghembuskannya, aku bisa sedikit demi sedikit menerima kepulan asap itu. Meski tetap saja tidak menyukainya, tidak pernah bisa benar-benar suka seperti aku menyukainya.

Dia (laki-lakiku)...Aku memimpikan tinggal bersamanya, selama apapun dia bertahan dibumi yang kejam ini. Selama apapun cara pikir kontroversialnya membekukan seluruh isi dunia...Aku bisa menerimanya, keego-annya yang selalu dia katakan telah ditumbangkan hampir sebagian besar untuk mengalah terhadapku.

Dia (laki-lakiku)...Aku terkadang ingin berlari jauh darinya. Tapi, bukankah mustahil menjauh dari diri sendiri. Bahkan bayang-bayang pun akan selalu mengiring..hingga malam menghadirkan kesunyian untuk menghentikan sejenak perjalanan, aku merindukan lengan itu untuk dijadikan alas kepalaku yang letih. Aku merindukan pelukan nya untuk menyelimutiku...dan aku merindukan senandungnya yang selalu mengkidungkan kalimat sayangnya terhadapku, berulang-ulang hingga aku terlelap.

Dimana Dia? (laki-lakiku) ... 


***********

Gerimis perlahan turun, mengusirku secara paksa untuk meninggalkan danau ini.
Setengah berlari menuju mobil, aku mencoba menyelamatkan buku jinggaku

Denting piano pun berganti suara lembut Ryan adams
......Tell me, tell me that your......
.....Sweet love hasn't died.....
.....And give me, give me one more chance.....
......To keep you satisfied, satisfied.....
.....Little things I should have said and done.....
....you were always on my mind...


                                                 

Berdebat (Lagi..?)


Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, 
maka jadilah penulis
(Imam Al-Ghazali)

Menulis adalah salah satu cara keberadaan kita bisa dianggap ada
Menulis juga merupakan cara mengeluarkan racun-racun jahat dalam tubuh
menulis juga bisa mengendalikan luapan emosi ketika kita bahagia, marah, sedih, dsb.

Akhir-akhir ini perasaan susah di kontrol.
Agak sedikit bingung, mengingat usia udah ga' lagi remaja.
Tua-tua banget sich belum ya, hehehee...

Kadang susah mau cerita, karena belum tentu yang diajak cerita bisa ngerti
kalau buat mengerti aja udah kesusahan, gimana mau ngasih saran?
Kalau, cuma didengerin doang. mending bicara ama tembok
Atau....yah, salah satunya lewat tulisan.

Dulu pernah ada yang saranin,
kalau sebel, jengkel, kesel dll..tulis perasaan di selembar kertas,
well...abis itu sobek-sobek, remas-remas, terus ngikutin gayanya slam dunk 
lempar deh ke tong sampah, beres!!

Apa iya??
Sekarang rasanya jauh dari teori itu dech...
More complicated..
Maunya dibikin simpel, tapi sekali lagi. Kehidupan terkadang susah diajak simpel

Kadang pengen ngoceh aja, ajak diri sendiri bicara.
tapi, ya gitulah...
Namanya juga ngobrol ama diri sendiri.
kadang apa yang dicurhatin sama yang dinasehatin jadi senasib
Sama-sama ga' jelas.

well, minimal setelah buang uneg-uneg bisa sedikit tenang dan lega
Mungkin saatnya berbicara kepada Tuhan jauh lebih sering
Agar Tuhan bisa menjawabnya, segala pertanyaan dan uneg-uneg
Lewat segala hal, tinggal mengasah nurani aja. bisa jauh lebih peka atau nggak


Note : Saat tahu kalau cinta itu masih begitu kuat.
Saat menyadari walaupun tidak menyerukan pada semesta
Cinta tetap cinta, apapun latar belakangnya dan alasannya jatuh cinta
Hal ini tetap jadi sesuatu yang menyenangkan.
Meski terkadang membosankan dan melukai..
Love you..Kamu.. yang lagi ngumpet di bawah selimut.

Kamis, 01 Agustus 2013

My month...

Hai Agustus...
Ingat agustus, berarti ingat umur.
Umur bakalan nambah lagi, semoga yang lain yang baik-baik juga nambah, amin.

Awal agustus yang menyenangkan.
Setiap agustus selalu menyenangkan sih, apalagi agustus ini libur panjang banget.
Pas bertepatan dengan libur idul fitri juga.

Perenungan diri lebih tepatnya untuk bulan ini, Tuhan terlalu baik. Banyak hal-hal yang Dia beri melebehi apa yang sempat dan pernah aku minta.

Harapan bertambah, semoga bisa menjalankan segala sesuatu yang diamanatkan dengan baik, buku cepat terbit, tetap sehat, rezeki makin lancar, pertemanan semakin luas dannnnn bisa menyaksikan film yang scriptnya aku tulis kembali tayang di bioskop. 

Pengen liburan ke paris, hahahahhaa....mulai maruk. Tapi tahun ini beneran belum ada liburan keluar negeri. Musti prepare akhir tahun sepertinya. Minimal malaysia, singapura atau thailand. semoga-semoga. amin...

Bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi orang-orang yang membutuhkan. Apa lagi ya???
Hahahaha, padahal ultah masih beberapa minggu lagi. Udah main make a wish ajahhh...
Ya, abisan kado + cake ultah udah datang banyak banget. 

Note : Thank you all, spesial for someone yang sudah siapkan dan kasih kadonya bahkan ketika bulan masih belum agustus. Thank you "KAMU" love you...So much, darling...