When Mars meet Venus , it's like you and me - I am your Queen and you are my King. We will be together and happily ever after till the end .
Kamis, 24 Oktober 2013
It's about me
Bisakah kita memotong peta takdir?
Meniadakan bagian yang kita kebingungan ketika membaca liku jalurnya?
Ketika pilihan untuk terus atau berhenti menjadi sama beratnya?
Ketika kanan bukan jawaban, kiri penuh ujian dan lurus bukanlah penyelesaian.
Jika cinta itu berkaitan dengan waktu,
aku mengerti aku adalah orang yang kadang tidak sabar untuk menunggu.
Jika cinta itu berkaitan dengan hati,
aku mengerti benar bagaimana mengumpulkan serpihan hati yang pernah jatuh berserakan.
Berhentilah mengajari aku mengeja sesuatu yang tak kutahu.
Berhentilah mengajariku menjamah yang tak terjamah.
Berhentilah mengajariku terbang ketika aku tahu aku tak bersayap.
Berhentilah...Pada titik harap yang paling akhir aku hanya berharap satu.
Jika saja kamu mau menunggu, maka aku mencoba untuk memberi kepastian,
Mungkin aku bukanlah seseorang yang pantas kau tunggu.
Karna aku belum berani melangkah lagi..
Aku masih takut menerka-nerka, apa yang ada dibalik kabut matamu.
Meniadakan bagian yang kita kebingungan ketika membaca liku jalurnya?
Ketika pilihan untuk terus atau berhenti menjadi sama beratnya?
Ketika kanan bukan jawaban, kiri penuh ujian dan lurus bukanlah penyelesaian.
Jika cinta itu berkaitan dengan waktu,
aku mengerti aku adalah orang yang kadang tidak sabar untuk menunggu.
Jika cinta itu berkaitan dengan hati,
aku mengerti benar bagaimana mengumpulkan serpihan hati yang pernah jatuh berserakan.
Berhentilah mengajari aku mengeja sesuatu yang tak kutahu.
Berhentilah mengajariku menjamah yang tak terjamah.
Berhentilah mengajariku terbang ketika aku tahu aku tak bersayap.
Berhentilah...Pada titik harap yang paling akhir aku hanya berharap satu.
Jika saja kamu mau menunggu, maka aku mencoba untuk memberi kepastian,
Mungkin aku bukanlah seseorang yang pantas kau tunggu.
Karna aku belum berani melangkah lagi..
Aku masih takut menerka-nerka, apa yang ada dibalik kabut matamu.
Maaf..Tidak layak dibaca..
Maaf, jika aku tak romantis.
Maaf, jika caraku tiada puitis.
Maaf, jika lagu cinta sudah habis.
Maaf, jika pelukan pun tak mampu menghalau gerimis.
Maaf, jika cinta bukanlah rasa yang mampu menjadikan harimu optimis..Maaf...
Terdiam membaca kalimat-kalimat sinting diatas.
Berpikir ulang sang penulis mungkin lagi salah makan.
Tapi tulisan itu ditujukan padaku.
Yang tiada merasa mempunyai seseorang yang berhak menuliskan kalimat maaf yang bertubi dan begitu panjang.
Dan herannya, kenapa dia harus meminta maaf.
Pada sedemekian banyak hal yang menurutku tiada perlu dia utarakan, sebenarnya.
Surat kaleng yang salah memilih kaleng.
surat kaleng yang terlempar pada tong sampah yang salah.
Itu pun jika dia mengganggapku tong sampah.
....................
Sementara jauh di belahan bumi lain
Ada yang sedang memandang foto seseorang, yang dia tahu benar bahwa orang tersebut telah lupa.
Lupa jika pernah meninggalkan jejak langkah kaki di setapak jalan hati...
Hidup bukanlah sekedar rotasi. Hidup adalah sebuah penyesalan yang berulang.
Akan segala hal yang kita rasa belum sempat kita lakukan.
Maupun tentang hal-hal yang telah kita lakukan.
Note : Bolehkah kunamakan, KOLABORASI RASA... #Menggauli Sindrom Vicky... hahahahhaaaa...
Maaf, jika caraku tiada puitis.
Maaf, jika lagu cinta sudah habis.
Maaf, jika pelukan pun tak mampu menghalau gerimis.
Maaf, jika cinta bukanlah rasa yang mampu menjadikan harimu optimis..Maaf...
Terdiam membaca kalimat-kalimat sinting diatas.
Berpikir ulang sang penulis mungkin lagi salah makan.
Tapi tulisan itu ditujukan padaku.
Yang tiada merasa mempunyai seseorang yang berhak menuliskan kalimat maaf yang bertubi dan begitu panjang.
Dan herannya, kenapa dia harus meminta maaf.
Pada sedemekian banyak hal yang menurutku tiada perlu dia utarakan, sebenarnya.
Surat kaleng yang salah memilih kaleng.
surat kaleng yang terlempar pada tong sampah yang salah.
Itu pun jika dia mengganggapku tong sampah.
....................
Sementara jauh di belahan bumi lain
Ada yang sedang memandang foto seseorang, yang dia tahu benar bahwa orang tersebut telah lupa.
Lupa jika pernah meninggalkan jejak langkah kaki di setapak jalan hati...
Hidup bukanlah sekedar rotasi. Hidup adalah sebuah penyesalan yang berulang.
Akan segala hal yang kita rasa belum sempat kita lakukan.
Maupun tentang hal-hal yang telah kita lakukan.
Note : Bolehkah kunamakan, KOLABORASI RASA... #Menggauli Sindrom Vicky... hahahahhaaaa...
Aku tiada pernah tahu
Seharusnya aku percaya.
Mungkin kata terlambat akan menjadi sangat tepat
Aku masih belum percaya
Akan rasa yang kerap kau bisikan begitu jelas ditelingaku
I love you, darimu.
Aku punya pilihan yang sama sekali tidak ingin aku pilih.
Akan jadi egoiskan bila membiarkan yang ada tetap selayaknya?
Katamu waktu tiada pernah menunggu.
Ya, kamu benar, sayang.
Waktu kita tak pernah banyak
Bahkan nyaris takut semua tidak akan pernah sempat.
Akankah kita menyesal?
Lagi-lagi aku menjawab, "Entahlah, aku tiada pernah tahu."
Dan, semoga saja itu tidak akan membuat kita menjadi ragu-ragu.
Karena kita sudah memulai, pertanyaannya sederhana.
Cukup beranikah (KITA) menyelesaikannya?
Aku tiada pernah tahu, namun entahlah kamu.
Mungkin kata terlambat akan menjadi sangat tepat
Aku masih belum percaya
Akan rasa yang kerap kau bisikan begitu jelas ditelingaku
I love you, darimu.
Aku punya pilihan yang sama sekali tidak ingin aku pilih.
Akan jadi egoiskan bila membiarkan yang ada tetap selayaknya?
Katamu waktu tiada pernah menunggu.
Ya, kamu benar, sayang.
Waktu kita tak pernah banyak
Bahkan nyaris takut semua tidak akan pernah sempat.
Akankah kita menyesal?
Lagi-lagi aku menjawab, "Entahlah, aku tiada pernah tahu."
Dan, semoga saja itu tidak akan membuat kita menjadi ragu-ragu.
Karena kita sudah memulai, pertanyaannya sederhana.
Cukup beranikah (KITA) menyelesaikannya?
Aku tiada pernah tahu, namun entahlah kamu.
Bagaimana cara aku menyebutnya?
Pernah merasa begitu ingin jadi bagian hidup orang lain?
Mencari kemungkinan untuk menjadi bagian hidup seseorang?
Pernah?
Aku mencari tahu pemilik hati itu
Seseorang yang selalu berhasil membuat aku menoleh
ketika ada keinginan meninggalkannya sendiri
Pernah menggenggam tangannya
menyamakan jari jemari
meraba guratan halus di garis tangannya
Pernah mengamati wajahnya
Memasukannya dalam-dalam kedalam ingatan
Dan itu semakin membuat rumit ketika ingin melupakannya
Cara dia tersenyum
Cara dia memandang
Cara dia berjalan
Cara dia duduk
Cukup memejamkan mata
Sekejap dengan cepat semua siluet pecah-pecah
akan mengumpul bagaikan susunan puzzel yang berhasil diselesaikan
Ahh..harus aku sebut apakah ini?
Cinta?
Sabtu, 19 Oktober 2013
Sabtu, 12 Oktober 2013
Petikan Syair
Fiuhh...Lama nggak nge-Blog...
Saking lamanya bingung mau nulis apaan?
Sibuk yang merajalela, parah!
So, mari kita isi postingan awal di bulan Oktober ini dengan tulisan-tulisan yang kemarenan sempat di posting di twiter...hehehee...
* Jauh itu hanyalah ukuran, tentang sekuat apa kita mampu bertahan dan mempertahankan.
Dan mungkin itu kiranya, jabaran sederhana kesetiaan..
* Kau adalah kumpulan diamku, kau adalah apa yang sanggup aku lukiskan pada angkasa malam,
kau adalah kidung yang terngiang dikala petang.
* Pintu menuju hatimu, aku melihatnya kala menengadah menatap angkasa pekat malam.
Dengarkah kamu, rinduku yang mengetuknya kencang.
* Kali ini aku terjebak diantara sisa kenangan masa lalu. Kau terlalu lihai membuat aku
tetap mau berkunjung kesitu dan melukis senyum untukmu.
* Tak perlu kau pinjami aku hati. Aku cukup ahli mencintai. Hanya saja kau tak cukup peka memahami.
Bahkan untuk memahami hatimu sendiri.
* Kau cukup membacanya, karena akun sudah menggoresnya nyata.
Kala kau berkata, kau tak ahli membaca kalimat yang ditutur oleh mata.
Saking lamanya bingung mau nulis apaan?
Sibuk yang merajalela, parah!
So, mari kita isi postingan awal di bulan Oktober ini dengan tulisan-tulisan yang kemarenan sempat di posting di twiter...hehehee...
* Jauh itu hanyalah ukuran, tentang sekuat apa kita mampu bertahan dan mempertahankan.
Dan mungkin itu kiranya, jabaran sederhana kesetiaan..
* Kau adalah kumpulan diamku, kau adalah apa yang sanggup aku lukiskan pada angkasa malam,
kau adalah kidung yang terngiang dikala petang.
* Pintu menuju hatimu, aku melihatnya kala menengadah menatap angkasa pekat malam.
Dengarkah kamu, rinduku yang mengetuknya kencang.
* Kali ini aku terjebak diantara sisa kenangan masa lalu. Kau terlalu lihai membuat aku
tetap mau berkunjung kesitu dan melukis senyum untukmu.
* Tak perlu kau pinjami aku hati. Aku cukup ahli mencintai. Hanya saja kau tak cukup peka memahami.
Bahkan untuk memahami hatimu sendiri.
* Kau cukup membacanya, karena akun sudah menggoresnya nyata.
Kala kau berkata, kau tak ahli membaca kalimat yang ditutur oleh mata.