Jumat, 18 April 2014

INGATAN ADALAH KATA DENGAN TULISAN DI PENA YANG TERBUANG.

Hidup adalah proses yang kita nikmati perjalanannya.

Jika kau hendak menuju ke selatan lalu aku ke utara.

lalu kau bertanya?

Apakah mungkin kita masih dapat bertemu?

Aku berkata,

Iya,

Berapa banyak orang lain bilang, jika kau ke utara dan aku ke selatan, 
maka kita akan berselisih jalan.

Tidak sayang.

Bukankah kemana pun kau hendak berjalan,
Kita akan di pertemukan di satu titik yang menyatukan.

Ingatlah, bumi ini bulat dan bukan persegi empat.

Note : Dari sebuah tulisan Dessy Achieriny - INGATAN ADALAH KATA DENGAN TULISAN DI PENA YANG TERBUANG.

Sisi Memory


Apa yang bisa kita temui di waktu nanti,
Di satu waktu yang dengan bangga kita serukan sebagai masa depan
Dan dengah pongah mentertawakan masa lalu, yang dengan tertatih mampu kita lewati

Aku mencari kita yang terlupa akan panggilan sayang,
karna waktu menjadi teramat begitu mahal, bahkan hanya untuk saling menautkan pandang.

Aku masih bahagia, meski kau tak perlu bersusah payah mengupayakannya.
Aku masih bahagia, memandangi sisi - sisi memory menggunakan hati,
 dengan mata terpejam ini aku bisa mengumpulkan segalanya yang pernah dengan riang kita lalui

Manis, pahit, getih, suka, tawa, tangis, kecewa, amarah dan ingkar...
Aku membasuh rindu yang digerimiskan hujan, pada kubangan - kubangan ingatan 


Ambigu Bisu

Cara terindah untuk mengingat dan di ingat..
Olehmu, tentu saja.. dan oleh mereka yang sempat singgah menikmati guratan - guratan yang jauh dari sempurna ini...

Aku sebut saja kau purnama, 
yang tentu saja tak bisa datang di setiap malam.
Bulat penuhmu menyejukan mata,
teduhkan hati dengan aksara yang tak jarang mengundang tanda tanya..

Engkau adalah ambigu bisu,
yang sukar akal sederhanaku mengerti..
Kadang kecupan serupa candu menjejalkan aroma - aroma masa lalu..
Kita, kamu, dunia yang berisikan mereka - mereka itu...




Rabu, 16 April 2014

Kidung Kerinduan

Lama tak menatap wajahmu,
Apakah guratan lelah makin bertambah di rupamu?
Kamu yang terbaik dari yang terbaik yang pernah aku miliki.

Senyuman getir menyeruak lebar,
mencoba agar ia mampu menghangatkan kalbu.
Ahh..aku terlampau merindu

Kamu priaku,
aku ingin bersandar dilenganmu.
Apa mungkin diantara rejaman jarak yang membentang?

Kamu sosok hebat yang tiada pernah mau terlihat,
Meski dirimu selalu saja terlibat
Dalam setiap keresahan yang menghebat

Sabarlah...Sabarlah...
Aku menenangkan diri dan menyemangati...
Bukankah masih ada esok dan esok lagi
Katamu..Kau pun begitu ingin bertemu

Semoga saja garis takdir seketika membeku.


Selasa, 15 April 2014

Kenang Langit


Sahabat adalah lawan, saat kita membutuhkan teman bicara.
Sahabat adalah kawan, ketika kita memerlukan tempat berbagi rasa.
Ia datang tidak dengan materi, namun dengan hati.

( Sinopsis buku "Kenang Langit" by Kirana Kejora)

Ya...Sahabat.
Sesosok yang bisa meneduhkan, disaat kala masalah mendera.
Meski tanpa berkata-kata dan hanya duduk diam disamping kita.


Minggu, 06 April 2014

Jangan berwajah sendu, kekasihku.


Jangan berwajah sendu kasihku
Meski waktu belum memutuskan untuk berpihak pada kita

Jangan berwajah sendu kekasihku
Sebab pertemuan kita mungkin belum mendapat restu bumi
Sehingga matahari menyingkir pergi agar tiada diminta menjadi saksi
Oleh mereka-mereka yang amat pandai menghakimi

Jangan berwajah sendu kekasihku
Karena aku sedang berdiskusi dengan Tuhanku
Agar menjadi pendampingmu, menjadi keputusan-Nya yang baku.

Jadi...Bersabar saja, nikmati saja.
bukankah sang waktu adalah sahabat dan musuh yang hebat.
Tak ada yang bisa mendebat, kemampuannya untuk menyeret kita
kembali ke masa lalu dan ke masa depan secara cepat

Sehingga...Ayolah, jangan berwajah sendu, kekasihku..

Sabtu, 05 April 2014

Saat aku dan kamu pernah punya waktu

Beberapa barisan kali ini,
kutulis tanpa berharap kau baca.


Kepada kamu yang semaunya menampakan bayang-bayang.
Ya, bayang-bayang wajahmu yang kerap kali kuajak berbincang diam-diam.


Ada senyum yang masih saja tercipta bila mengingatnya, mengingatmu, mengingat kita.


Hidup bukanlah sandiwara,
bukan pula pentas meski kita masing-masing
tak jarang memainkan peran watak saat menjalaninya..

Banyak rekaman adegan-adegan yang senantiasa disebut kenangan
Yang cukup membahagiakan bila kita memutarnya sendirian.

Meski ada dia, mereka dan lainnya di sekian banyak rekaman itu,
Namun tentangmu adalah sesuatu yang berbeda dan mungkin agak lebih istimewa.

Apakah kamu juga punya rekaman itu?
Tentang kita yang hanya terekam dalam singkatnya pertemuan.

Apa kamu ingat, senyum pertamamu untukku?
Sebab aku mengingatnya. Kamu membuatku terhipnotis berkali-kali.

Ingin mengajakmu bicara lagi atau menanggapi lagi usahamu untuk memulai percakapan.
Tapi...aku takut, takut akan kembali membuat rekaman ingatan yang baru lagi..

Biarlah, hanya hati yang benar-benar tahu,
bahwa bahagia yang begitu sederhana ini, 
pernah tercipta, saat kamu dan aku pernah punya waktu,
untuk saling bicara dan berbagi cerita...