Senin, 27 April 2015

Mungkin Bukan Tentang Kita.

Aku memandangi satu persatu foto
Yang mungkin bercerita lebih banyak
dari hal-hal yang mampu kepala kita ingat.

Ada tawa yang lepas disana,
namun aku lupa, apakah saat itu benar-benar
aku bahagia?

Pernah aku berpikir untuk melepaskanmu,
memberikanmu kisah dan lembaran baru.
Tapi sungguh entah mengapa,
kamu tiada pernah membawa pergi kisah itu dan mengambil lembaran baru itu untuk benar-benar kau nikmati sendirian.

Ingin rasanya jadi pembaca hati dan pikiran
untuk satu kali dua puluh empat jam saja.
Sehingga aku tahu, masih ada hal layak untuk diperjuangkan.


Note : Tadi banyak menemui orang berpasang-pasangan disebuah tempat keramaian.
Mungkin tulisan ini bukan tentang kita.



Minggu, 26 April 2015

Sejak Awal

Pada tiap kegembiraan yang kita jalani didua tempat
Pada keyakinan bahwa kita baik-baik saja.
Kita masih meletakan mimpi kita.
Pada satu singgasana
yang sama.
Cinta.


Tuan.
Pada tiap diam,
Pada tiap sikap masing-masing kita.
Terbangunlah dua dunia, yang semuanya adalah
Milik kita namun hanya meletakan kita pada salah satunya saja.


Kamu dan aku sama-sama sangat tahu.
Apa yang telah kita korbankan untuk berjuang.
Kamu tahu aku punya impian yang begitu besar,
yang kepak-kepak sayapnya begitu teramat kuat untuk dihalang.

dari kejauhan ini,
ada doa yang tetap masih sama.
Tetap ditujukan untuk nama yang sama.
"Kamu, tuan yang telah mencuri hatiku sejak awal pertemuan"

Minggu, 19 April 2015

Aku Rindu, Kamu?




Kiriman rindu darimukah yang tadi pagi mengetuk jendela mataku?
Sehingga dengan tergesa aku mengakhiri pertemuan kita dialam mimpiku.
Ahh..lagi-lagi rindumu terlambat tersaji.
Hari ini dia datang dengan tawar dan dingin lagi.

Kita telah berjalan melewati hari-hari,
menandai setiap perjalanan dengan remah keringat dan air mata.
Agar kita tidak pernah lupa, bahwa pulang adalah satu kata pasti.
Dimana ada secangkir hangat peluk dan seporsi manis tatap mata.

Aku rindu, kamu?


Selasa, 14 April 2015

Tuhan Yang Kusayangi.

Tuhan yang kusayangi,
Terimakasih tetap menjagaku hingga saat ini.
Terimakasih tetap melimpahiku dengan sejuta nikmat, sehat dan rezeki-Mu.

Tuhan yang kusayangi.
Aku mungkin anak manja dihadapan-Mu.
Yang sering kali membuat ulah dan kembali merengek meminta pengampunan-Mu.

Sungguh tiada daya aku tanpa-Mu.
Tiada kekuatan tanpa kasih-Mu.
Tiada kehebatan tanpa bantuan-Mu.

Ampuni aku atas dosa yang pernah aku pikirkan, aku lakukan & seringkali tak jarang kemungkinan besar aku ulang.


Sabtu, 04 April 2015

Termasuk Kesetiaan.

Dulu sekali, pernah ada yang berbicara padaku.
"Orang berpasangan itu berbeda dengan orang yang tidak memiliki pasangan"

Lalu kemudian dia berkata kembali,
"Pasangan kita pasti merasakan, jika pada diri kita ada yang berubah"

Waktu itu aku tidak semengerti sekarang saat dia kembali berkata,
"Kita bisa bilang tidak ada apa-apa, tapi pasangan kita pasti merasa jika ada apa-apa."
"Dan pasangan kita pasti akan tahu jika ada yang berubah dari kita, termasuk kesetiaan."


Note :  Berdamai dengan hati, yang acap kali merasa jika semua tidak lagi sama.


Sabtu, 28 Maret 2015

Dari Awal



Aku teringat ucapanmu,
"Maaf, belum bisa membawamu.. ketempat yang jauh lebih baik"
Aku terdiam dan berkali mencoba memikirkan,
versi "tempat yang jauh lebih baik" itu seperti apa dalam versimu?.

Kita tidak mau disebut kekanak-kanakan,
tapi rasa-rasanya, waktu dan keberanian pun membuat kita seperti itu.
Aku pun pada akhirnya cuma mampu bilang "Sudahlah".

Kalimat itu bukanlah kalimat putus asa,
karena tidak ada dalam kamusku, kata-kata putus asa.
Bagiku, kata "sudahlah" itu adalah tiada perlu kita berlama-lama.
Merenungi dan berkubang dalam sesuatu yang hanya bisa kita awali dengan kalimat
"Seandainya saja...."

Untuk apa, sayang?
Tidak berguna.. sama sekali tiada guna.
Sekarang seperti yang juga kamu selalu katakan,
"Bergerak dan berbuatlah sesuatu yang bisa kita lakukan".
"Setidaknya kita sudah merintis jalan baru agar jika jalan yang kita lewati kali ini buntu,
kita tahu kemana arah kita untuk berputar haluan dan memulai kembali"

Dari awal?
Tidak mengapa.
Sebab bukankah sebuah akhir itu,
adalah pertanda bagi sesuatu yang baru.
I LOVE YOU


Kamis, 26 Maret 2015

Janji Pulang

Sepertinya kemarin siang kau berjanji pulang,
membawakanku sekantung kisahmu diperjalanan.
Tapi aku terlupa menanyakan,
kapan janji itu akan kau tunaikan?

Perjalanan tak berujung yang kita impikan,
bersama melewati segala kejutan yang disajikan
oleh Tuhan dan seisi alam.

Pada bait kata yang menggantung dari seberang lautan...
Pada awan yang menyelimuti kita dari sudut yang berlawanan...
Aku titip serangkum doa untuk memperkuat langkahmu diperjalanan...
Segeralah pulang dan menambatkan muatan...
Sebab kangen yang ada sudah tak bisa lagi terkatakan...