Minggu, 01 Maret 2015

PILIHKAN SATU (Untukku)


Aku hanya menunggu.
Menunggu waktu, gugur dan luruh detik demi detik.
Entah memulai dari mana,
agar hilang jejak rasa canggung itu.

Dulu aku mungkin bisa banyak bicara,
dan meski sesekali aku menganggap kalimat darimu
terkadang isinya kosong,
tapi aku mendengarkannya dengan seksama.

Sekarang...Semua hilang dan berbeda.


Kita sudah tak ubahnya seperti dua orang asing yang berbagi waktu.
Kita sudah tak ubahnya seperti dua orang asing yang berbagi beban.
karena, terikat dan tidak mungkin melepaskan begitu saja.

Ada rasa tercekat seakan menahan aliran oksigen dari luar menuju paru-paru.
Dan, semakin aku memaksakan oksigen itu masuk dan menelan air liur, 
ada sakit yang tak dimengerti. 
Sesakit ketika menahan tangis mati-matian.

Aku tidak tahu lagi harus mulai dari mana,
sedangkan perjalan kita sudah sebegitu jauhnya.
Haruskah berbalik dan mulai lagi dari awal?
Ataukan menegaskan ini adalah garis finish lalu berpisah?

Jika kamu jadi aku,
kamu akan pilih yang mana?
Tolong...
Pilihkan satu...
Untukku.


Note : "Karna Kusanggup" by Agnes Monica - mengalun berkali-kali ditelinga ketika menulis kalimat demi kalimat diatas.
....Tak perlu kau buat aku mengerti, tersenyumlah...Karena kusanggup....



Selasa, 24 Februari 2015

Rasa Cinta Pertama


Serupa wujud cinta pertama.
Rindu bagaikan lubang yang menganga.
Entahlah mungkin tiada guna terlalu menyapa.
Saat itu melihatnya saja sudah bahagia luar biasa.

Serupa wujud saling bertemu tatap mata mula-mula.
Ada semesta yang begitu luas dari retinanya.
Yang kucoba kirimkan sinyal dari pikiranku yang sederhana.
Yang seolah telah terlupa dimana tempat akal seharusnya berada.

Kini, aku tak mengingat lagi siapa orangnya.
Yang dulu dengan naif aku sebut dia sebagai cinta pertama.
Kini aku hanya berusaha mencari-cari jejak kasat mata.
Dari rasa cinta pertama.


Note : Seneng banget bisa nulis lagi.
Ide dikepala melumer drastis.
Menulis adalah saat kamu bisa jadi diri sendiri, tanpa harus melulu menulis pengalaman pribadi.



Kita, Baik-Baik Saja


Lalu sama-sama kita memungutinya,
Rasa yang tertumpah seiring perjalanan.
Kita lupa bahwa sebuah bejana bisa saja mengalami
Retak pada beberapa sisinya.

Lalu kita bertanya-tanya, apakah semua rasa itu
telah berhasil kita pungut dan kumpulkan kembali?

Sesederhana angin yang mampu menyejukan dikala terik,
Sesederhana hujan yang jatuh berkejaran melapisi cuaca panas.
Sesederhana kalimat doa yang tak terdengar,
namun terlihat didepan mata,
ketika tawa bahagia masih saling melingkupi kita.

Dan, semoga saja itu cukup pertandakan bahwa kita..
Baik-baik saja.



Minggu, 08 Februari 2015

Happy Aniversary My February

Kita tidak sedang saling melupa, bukan?

Kita masih bisa menertawakan hal yang sama,
disela-sela percakapan kita.

Kita masih bisa mengingat mundur kebelakang,
tentang pahit dan manisnya sebongkah kenangan.

Kita masih bisa saling mengingatkan sesuatu yang sederhana, apakah masih karena (ada) cinta?

Apakah terjalnya hari, minggu, bulan dan tahun yang kita lewati akan mengikis karet sepatu cinta kita?

Kamu dan aku sedang saling memakai sepatu itu.
Entah siapa yang menjadi sepatu kiri, siapa yang menjadi sepatu kanan.

Tapi setidaknya dalam ingatanku, kita pernah saling mengayun kaki kiri dan kanan itu untuk berlari.
Melesat cepat, ketika cinta masih jadi satu-satunya hal pemberi keberanian untuk bisa melakukan apa saja.

Aku tertawa pahit...
Ternyata keberanian, keyakinan, segala yang rasanya mampu kita lakukan dan wujudkan dulu.
Berasal dari satu hal - CINTA.

Lalu, apakah kamu masih mengingatnya?
Apakah saat ini - CINTA - itu masih seberani & seyakin dulu?

Apakah pernah terlintas dipikiranmu, jika saja apa yang bernama - CINTA,
Bukan hadir dalam wujud seorang aku.


Note :
Kadang aku enggan menatap matamu - Karena aku menyembunyikan CINTA yang besar disana untukmu. Semoga, kau pun begitu (140208 - masih ingatkah kamu, hari apa itu?)




Kamis, 25 Desember 2014

Entahlah Untuk Apa

Dan aku tak punya hati..
untuk meyakiti dirimu..
Dan..Aku tak punya hati 
tuk mencintai, dirimu yang selalu
mencintai diriku, walau kau tahu 
diriku masih bersamanya..

Andai aku bisa memutar kembali
waktu yang tlah berjalan..
Tuk kembali bersama didirimu, slamanya..
 ( Andai aku bisa by Chrisye)


Maaf..
aku bukan terlalu merasa paling hebat
aku bukan merasa paling berkuasa pada hatimu.
aku juga merasa kesepian dan sekali waktu mengingatmu.
yah..mungkin kau akan bertanya untuk apa?

Entahlah untuk apa..
Coba bantu tanya pada hatimu.
Sepenuhnyakah aku telah tidak bersisa,
disana...


Note : Mencari inspirasi untuk bahan lanjutan bab 9 novel kolaborasi dengan Hardy Zhu. Membangkitkan kembali puitisisme... hehhehehe... Semoga ini jadi project yang menggembirakan untuk tahun 2015.. 2 buku saya bisa terbit di tahun depan (first of all my resolution for a new year)


Andai Aku Bisa yang di bawakan Geisha (cover) sejuk banget ditelinga. Recomended, cari deh di you tube.


Rabu, 24 Desember 2014

At The Some Point


At the some point,
you have to realize that some people
stay in your heart, but..
not in your life.

Ya..berbagai putaran ingatan menghampiriku.
Aku yang pernah membuatmu
 mati gaya dan sebaliknya.

Pernah satu waktu begitu kaku oleh rasa
yang seharusnya tidak perlu hadir itu.
Tapi, siapa yang bisa menghalangi cinta?
Siapa?

Katamu, kau cinta aku...
Berceritalah kepadamu, kapanpun aku mau..
Usah balurkan airmata karna kamu sanggup
 membuatku terus dan terus tertawa bahagia.

Aku ingin suatu hari nanti,
ada waktu untukku bisa bertemu lagi denganmu.
Pertemuan seperti pertemuan-pertemuan terdahulu.
Selalu hangat meski tanpa peluk.

meski aku tahu kamu pernah memaksa memelukku
erat...erat sekali...
dan itu adalah pelukan terakhir..
aku mendengar desah napas beratmu,
Ya...itu adalah ketika kita sama-sama tahu,
bahwa itu adalah kali terakhir kita bertemu 
dan sepakat menghalangi pertemuan lainnya lagi.



Demi Kita Yang Pernah Jatuh Cinta, Bahagialah...


Kepada masa lalu, dengan berbesar hati aku ucapkan..
Selamat berbahagia masa laluku.. 
Selamat melangkah & mulai bisa kembali tersenyum degan perasaa yang baru.

Aku titipkan sebersit kisah-kisah kita..
kisah pertama disaat kita berjumpa,
kisah pertama disaat kita saling menyapa,
hingga kisah pertama disaat kita saling menggenggam
tangan masing-masing dengan eratnya rasa.

Aku tidak tahu apakah pilihan barumu itu,
lebih sempurna daripada aku yang dulu atau tidak.
Tapi yang jelas aku sangat berharap kau akan bahagia..

Cintailah ia, seperti dirimu ingin memperbaiki 
ketidak sempuraan cintamu kepadaku dulu
Belai lembut dirinya, seperti dirimu membelai lembut diriku yang dulu.
Peluk erat tubuhnya seperti pelukmu yang masih 
terasa hangat dihatiku..

Aku pernah berdoa untuk memintamu bahagia,
walau ternyata aku lupa meminta kepada Tuhan,
perihal siapa yang memberi kebahagiaan itu sendiri

Jadi jika nanti...ketika kau mampu tersenyum lebih ceria ketimbang biasanya
Yakinilah bahwa doaku telah memintanya terlebih dahulu
jauh sebelum kita dipisahkan..

Bebahagialah, sayang..
Walau kadang hati masih tak sanggup untuk melihat 
kamu hidup bersamanya...
Tapi jika kamu bahagia, aku akan sepenuh hati rela.

Demi cinta yang pernah membuat kita sangat bahagia..
Bahagialah...


Note : Dari Suara Merdu Sound Cloud - Brian Krisna