Senin, 09 Juni 2014

Dalam simpuh doa-doa malamku.


Ada getir dan luka yang kita berusaha lupa,
rumah dari sebentuk cita dan cinta yang entah sudah dimana letaknya.
Ada manis yang kau seduh diantara canda,
seketika pecah dan berkeping tak bersisa oleh kejamnya kata-kata.
Ya...aku berusaha untuk lupa,
agar segalanya akan jadi biasa dan baik saja.

Jarang bertukar pesan sudah menjadi hal yang lumrah,
Pergi begitu saja menjadi hal yang mudah.
Ya, mungkin saja perjalan ini membuat kita lelah.

Ada aroma wangi harapan,
diantara jalan yang bayangnya pun tak kelihatan.
Sudahlah, sayang.
Berdiam sajalah di bawah payung sementara hujan.
Mari kita nantikan saat pelangi menunjukan senyuman.
Dan aku bisa pastikan, segalanya akan tetap seperti sediakala.

Kita..Aku..Kamu..
Akan senatiasa bertemu.
Dalam simpuh doa-doa malamku.


Note : Semoga kita baik-baik saja, meski tak jarang nada-nada tinggi dan ego yang tak perlu itu, seringkali saling kita lemparkan. Bolak balik dan tumpang tindih. Sehingga hati menjadi tempat yang paling merasakan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar