Senin, 11 Agustus 2014

Caraku berdialog denganmu

katamu aku romantis,
ahh...yang benar saja?
Aku hanyalah pengeja kata-kata rumit 
Yang tidak seorang pun membaca tanpa mengerenyit.

Lagi pula, terkadang mereka-mereka itu terlalu naif,
Menyangka tulisanku adalah semata-mata tentang aku.
Hei..aku ini pengamat ulung
yang bisa menceburkan diri ke kehidupan siapa saja
lantas aku tuang dalam cerita pragmen buta


Apa kamu pernah mencoba
bertukar ingatan?
Ya, kita dinamakan manusia karena memiliki kemampuan mengingat.
Meski seiring usia nantinya, ingatan itu akan menguap.

Ternyata rindu telah mampu membahasakan mata
Genangan kenangan tumpah ruah berkayuhkan senyum terpaksa.
Apa yang (masih) kau ingat?
Tentang dirimu? tentang diriku? tentang kita?

Maaf, aku kali ini tidak lagi menjadi bijaksana.
Lalu aku bertanya pada sang nurani, sewujud apa rupa bijaksana.

Aku tertawa lagi,
memunguti satu-satu rindu yang berserakan.
kau selalu begini, anginmu meniup daunku rindu tua kecoklatan milikku berjatuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar